| Jelajah dan Ilmu Dunia Laut |

Followers

Sunday, August 14, 2016

Apa Itu Gempa Bumi? dan Bagaimana Proses Terjadinya?


Apa itu Gempa Bumi?
labeled fault
Gambar 1.


Sebuah gempa bumi adalah suatu peristiwa yang terjadi ketika dua blok atau lempeng bumi tiba-tiba mengalami slip atau pergeseran. Permukaan tempat terjadinya pergeseran lempengan tersebut dikenal dengan daerah patahan atau sesar. Lokasi di bawah permukaan bumi di mana gempa terjadi disebut hiposenter, dan lokasi yang berada tepat di atasnya, yakni di permukaan bumi disebut pusat gempa atau epicenter (Gambar 1).
 
Terkadang sebuah gempa bumi didahului oleh rangkaian tremor keci (foreshocks). Foreshock adalah gempa kecil yang terjadi di tempat yang sama dengan gempa yang lebih besar yang mengikuti kemudian. Para ilmuwan tidak bisa menyimpulkan bahwa gempa bumi yang terjadi adalah foreshock hingga gempa besar (utama) selesai terjadi. Gempa yang terbesar, merupakan gempa utama yang disebut mainshock. Mainshocks selalu memiliki gempa susulan (aftershock) yang mengikutinya. Gempa susulan adalah gempa kecil yang terjadi setelah gempa utama yang terjadi di tempat yang sama dengan mainshock tersebut. Ukuran gempa susulan tergantung pada intensitas mainshock dan dapat terus selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun setelah terjadinya mainshock!
 
Earth penampang
Gambar 2.

Apa yang menyebabkan gempa bumi dan di mana mereka terjadi?

Bumi memiliki empat lapisan utama: inti dalam, inti luar, mantel dan kerak (Gambar 2). Kerak dan mantel bagian atas membuat kulit tipis di permukaan planet kita. Namun ternyata lapisan kulit tipis ini tidak berada dalam satu potong. Kulit tipis tersebut tersusun oleh banyak potongan-potongan seperti puzzle yang menutupi permukaan bumi. (Gambar 3) Tidak hanya itu, potongan-potongan puzzle ini secara perlahan-lahan terus bergerak, meluncur (sliding) melewati satu sama lain dan menabrak satu sama lain.Kita menyebut potongan puzzle ini sebagai lempeng tektonik (tectonic plate), dan tepi lempeng disebut batas lempeng (plate boundary). Batas-batas lempeng terdiri dari banyak patahan, dan sebagian besar gempa bumi di seluruh dunia terjadi pada patahan-patahan ini. Mengingat tepi lempeng ini merupakan material keras dan cukup kasar, kedua lempeng yang bertemu saling terjebak dan terikat (interlock). Sedangkan sisa dari lempengan lainnya terus bergerak. Akhirnya, ketika lempengan telah bergerak cukup jauh, ujung dari lempengan yang tadinya saling mengunci tidak lagi mampu menahan tekanan yang terjadi. Ikatan kunci pada kedua lempeng tersebut terlepas dan terjadilah gempa.

lempeng tektonik
Gambar 3.

Mengapa bumi terguncang ketika terjadi gempa?

Saat batas patahan terjebak satu sama lain, dan sisa dari lempeng terus bergerak. Akibatnya muncul energi potensial yang tersimpat di ujung lempengan yang tertahan. Ketika energi dari gerakan lempeng lebih besar dari gaya gesek antar lempeng, saat itulah interlock menjadi terbuka. seluruh energi yang tersimpan menjadi diledakkan. Energi tersebut memancar keluar dari daerah patahan menuju segala arah dalam bentuk gelombang seismik (seismic wave), seperti riak di kolam. Gelombang seismik mengguncang bumi saat gelombang bergerak dan menjalar, dan ketika gelombang mencapai permukaan bumi, gelombang tersebut mengguncang tanah dan apa pun di atasnya, seperti rumah-rumah kita dan tentunya kita sendiri juga merasakan getaran dari gelombang tersebut! 
 

0 comments:

Post a Comment