| Jelajah dan Ilmu Dunia Laut |

Followers

Saturday, March 5, 2016

Penjelasan Fenomena Dua Massa Air Laut yang Tidak Bersatu


Sebuah gambar dari Teluk Alaska telah membuat heboh di Internet selama beberapa tahun terakhir, menunjukkan fenomena alam yang aneh yang terjadi ketika terdapat dua batasan yang terbentuk di tengah laut. Pada daerah batas tersebut jelas sekali terlihat bahwa ada dua warna laut, satu berwarna biru-hijau cerah, sementara satu lagi berwarna jauh lebih gelap.

Secara umum orang merujuk pada istilah "tempat di mana dua lautan bertemu". Pernyataan atau ungkapan tersebut dapat dikatakan benar, dan dibuktikan secara visual. tapi proses apa sebenarnya yang terjadi dalam peristiwa seperti itu?? mari kita bahas secara ringkas.




Sumber dari foto tersebut adalah dari pelayaran riset yang dilakukan sekitar Tahun 2007 di sekitar Teluk Alaska, sebuah daerah di utara Pasifik. Adapun Kent Smith yang mulanya mem-publish gambar tersebut, turut menjelaskan keadaan lingkungan pada daerah sekitar pengambilan gambar.

Terlihat jelas batas pada laut tersebut sebenarnya menunjukkan dua massa air yang berbeda. Meskipun keduanya sama-sama berupa air laut, tetapi memiliki ciri yang berbeda. Dalam pandangan oseanografi, perbedaan sifat massa air laut dapat dipengaruhi oleh adanya perbedaan suhu perairan, salinitas (atau kandungan garam terlarut di dalam air laut), dan densitas (atau massa jenis) air laut. Perbedaan suhu dan salinitas pada dua massa air yang berbeda akan memberikan perbedaan pada nilai densitas. Perbedaan densitas ini lah yang sebenarnya akan membatasi pergerakan air di laut.

Air yang berwarna cerah berasal dari hasil pencairan bongkahan es glacier di sekitar perairan Alaska. Air ini memiliki suhu yang rendah dan salinitas yang juga cukup rendah, karena hasil pencairan es akan menambahkan kandungan air tawar, sehingga menurunkan salinitas perairan tersebut. Salinitas rendah berarti densitas perairan juga menjadi lebih rendah. Di sisi lain, perairan yang lebih gelap menggambarkan keadaan air laut pada umumnya, yakni perairan dengan suhu, salinitas dan densitas yang lebih tinggi dibandingkan perairan sebelumnya. Alhasil, ketika keduanya bertemua, maka akan terlihat adanya daerah batas antara keduanya.

kita sebut saja salah satu contoh paling ekstrim dari dua objek yang berbeda yang tidak dapat bersatu (mixed) adalah air dan minyak. secara sederhana air dan minya sulit untuk bersatu (dalam keadaan normal) dikarenakan adanya perbedaan densitas. Minyak memiliki densitas yang lebih rendah berbanding air, yang kemudian membuat minyak membentang di atas permukaan air (karena minya "lebih ringan").

Contoh lain bisa Kita lihat dari hal sederhana, saat Kita memesan segelas minuman (teh atau sirup) dingin, dimana terdapat potongan es batu yang mengapung di atas permukaan air di gelas tersebut. Lama-kelamaan es yang mencair terlihat membentuk lapisan air yang berwarna lebih bening dan terpisah dengan cairan berwarna yang ada di lapisan di bawahnya.

Namun apakah "tidak bersatu" di sini adalah hal yang permanen???
Batas laut yang terlihat tidaklah permanen. Batas tersebut terjadi pada saat gradien yang terbentuk begitu besar sehingga batas laut terlihat tegas. Mengingat laut bukanlah objek yang statis, tetapi sangat dinamis, maka batas tersebut akan berubah seiring waktu. Batas tersebut akan membaur secara perlahan, yang secara bertahap akan membentuk daerah transisi yang tidak lagi terlihat tegas, namun sudah berubah secara gradual.

0 comments:

Post a Comment