| Jelajah dan Ilmu Dunia Laut |

Followers

Thursday, March 3, 2016

Lautan Kini Menjadi Tempat Pembuangan Akhir Sampah


Samudera Pasifik merupakan samudera terbesar di bumi dan mengandung massa air yang cukup besar. Samudera yang seharusnya bersih, jauh dari polusi, dan memiliki perairan yang jernih mulai tercemar. Saat ini pandangan kita mengenai lautan yang bersih setidaknya harus dikaji ulang. Adapun laporan adanya kantung sampah yang terdapat di Pasifik, pertama kali dilaporkan oleh Lembaga Kelautan dan Atmosfernya Amerika Serikat (NOOA) pada Tahun 1988.



Kantung sampah Samudera Pasifik, juga digambarkan sebagai pusaran sampah Pasifik, adalah pusaran partikel sampah laut di tengah Samudera Pasifik Utara yang terletak kira-kira antara 135 ° BB - 155 ° BB dan 35 ° LU - 42 ° LU. Kantung sampah mengapung dan membentang di atas area samudera dengan cakupan yang sangat luas.


Kantung sampah ini ditandai dengan konsentrasi sampah plastik yang sangat tinggi, lumpur kimia dan sampah lainnya yang telah terperangkap oleh pusaran arus Pasifik Utara (istilah oseanografi menyebutnya "gyre" atau gira). Pusaran sampah tersebut memang memiliki kepadatan yang rendah karena sifatnya menyebar (4 partikel per meter kubik). oleh sebab itu agak sulit untuk tertangkap oleh citra satelit. juga dikarenakan sampah-sampah tersebut ada yang berukuran cukup kecil.

diperkirakan, kondisi serupa juga akan terjadi pada sisi selatan Samudera Pasifik. Karena proses pembentukan zona konvergensi yang dihasilkan dari gerak gyre, akan mampu membuat sampah terkonsentrasi pada daerah tengan Samudera Pasifik bagian selatan. 

Tidak seperti limpasan sampah organik yang dapat diurai, sampah plastik -meskipun dalam ukuran yang sangat kecil- akan tetap berbentuk polimer dan sangat sulit terurai. Hingga pada akhirnya sampah plastik melapuk dan menjadi bagian yang sangat kecil, dimana kondisi ini memberi peluang sampah plastik termakan oleh ikan. Jika ini terjadi, maka plastik akan masuk ke dalam sistem rantai makanan, hingga berujung pada manusia. Selain bahaya tersebut, plastik yang melapuk dapat terurai menjadi senyawa berbahaya dan beracun bagi lingkungan.

Hingga saat ini sampah plastik yang ada di lautan sudah menjadi perhatian serius, dimana banyak ditemukan sampah pada daerah terumbu karang. Juga ditemukannya sampah plastik pada isi lambung ikan atau biota laut lainnya seperti penyu. kalau keadaannya sudah seperti ini maka keadaan laut tidak akan jauh berbeda dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menjadi daerah pengumpul sampah yang dihasilkan oleh manusia.

0 comments:

Post a Comment