| Jelajah dan Ilmu Dunia Laut |

Followers

Wednesday, March 23, 2016

Indonesia Punya Kapal Tercanggih se-Asia


bukan hanya satu, tetapi dua

TNI Angkatan Laut (AL) menerima dua tambahan kapal perang yakni KRI jenis Oceanographic Offshore Support Vessel ( OSV) atau Bantu Hindro Oseanografi (BHO) dari Kementerian Pertahanan. Kapal tersebut bernama KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934.


"Dengan dua tambahan kapal ini akan memperkuat pembinaan fungsi dan pelaksanaaan kegiatan hidro-oseanografi yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Ade Supandi usai upacara serah terima di dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 15 Maret 2016.


Kapal tersebut merupakan buatan OCEA di Prancis yang juga bisa digunakan dalam operasi militer selain perang antara lain pemanfaatan dalam SAR laut dan deteksi objek tertentu di kedalaman laut.
Kapal baru AL itu dinilai sebagai kapal tercanggih se-Asia yang memiliki fitur-fitur yang mutakhir.

Kapal ini dilengkapi dengan Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot bawah laut yang mampu menyelam hingga kedalaman 1.000 meter, laser scanner untuk mendapat gambaran daratan, dan automatic weather station (AWS). ” Kapal ini akan memperkuat alutsista TNI AL karena mampu melakukan pendataan bawah laut yang akurat. Dari segi teknologi, kapal survei ini sangat canggih. Mungkin di negara ini duluan, negara lain belum,” ungkap Ade Supandi.

Tidak hanya itu saja, KRI Rigel 933 juga dilengkapi dengan segudang teknologi canggih lainnya. Di antaranya echosounder multibeam laut dalam dan singlebeam , peralatan conductivity temperature and dept (CTD), gravity corer, kelengkapan laboratorium, juga kemampuan survei perikanan serta persenjataan mitraliur kaliber 20 mm dan kaliber 12,7 mm.

Kelebihan lain dari KRI Rigel ini adalah kemampuan manuvernya yang sangat baik, mampu memberikan gambar tiga dimensi, deteksi sonar hingga kedalaman 7.000 meter. ” Kapal inilah yang diperlukan hidro oseanografi khususnya dan TNI AL pada umumnya demi kepentingan pertahanan negara sekaligus memenuhi kebutuhan kapalkapal survei dalam pemutakhiran data-data perairan baik untuk navigasi maupun survei kedalaman,” jelas KSAL.

Sementara KRI Spica memiliki panjang 60 meter dengan tenaga 2 mesin diesel 8V 4000 M53 untuk 2 propeller. Kapal tersebut bisa melaju dengan kecepatan 14 knots juga mampu berlayar 20 hari terus-menerus.

"Secara asasi kapal ini berfungsi sebagai kapal riset dan survei namun demikiran juga dapat menjalankan peran sebagai kapal patroli," ujarnya.

KSAL menambahkan, dengan luas perairan yang dimiliki idealnya Indonesia memiliki 20 kapal jenis ini. Namun, karena keterbatasan anggaran dan kebutuhan untuk pengadaan kapal yang lain seperti kapal kombatan, kapal patroli, kapal selam, untuk lima tahun TNI AL mengajukan dua kapal jenis ini. ” Dalam MEF diajukan dua kapal jenis ini, satu sudah sampai sini (Indonesia) dan satunya lagi selesai pada Juli- Agustus,” ungkapnya.



sumber: Sindo dan Vivanews

0 comments:

Post a Comment