| Jelajah dan Ilmu Dunia Laut |

Followers

Sunday, February 21, 2016

ANCAMAN, Data Hasil Penangkapan Ikan Tak Akurat Secara Global (Unreported Fishing)



KKPNews, Jakarta – Penangkapan ikan di dunia yang dilaporkan ternyata hanya berjumlah tidak lebih dari 30 persen. Jumlah penangkapan ini sangatlah rendah dan merupakan kesalahan yang akan berdampak negatif secara signifikan terhadap lingkungan dan negara – negara maritim.


Disebutkan dalam sebuah studi jangka panjang yang telah dirilis beberapa waktu lalu, ada perkiraan baru menyatakan hasil tangkapan ikan global tahunan kira-kira 109 juta metrik ton, 32 juta lebih tinggi dibandingkan yang dilaporkan oleh negara-negara setiap tahun, menutupi “penurunan memburuk” dari sumber daya laut.

Selama ini, tiap negara hanya melaporkan hasil tangkapan industri perikanan kepada Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), laporannya tidak termasuk tangkapan nelayan tradisional, pemancingan untuk rekreasi, dan penangkapan untuk dikonsumsi sendiri.
Namun, didapati data komersial yang tersedia menyesatkan, kata profesor perikanan Daniel Pauly di University of British Columbia di Kanada.

Penulis utama studi tersebut, Pauly mengatakan, “Misalnya, kapal pukat udang hanya mengumpulkan udang dan ikan hasil tangkapan, dan seringkali delapan sampai sepuluh kali udang hasil tangkapan dibuang.”. Pauly menjelaskan perkiraan yang lebih baik dari hasil tangkapan global yang sebenarnya akan membantu memastikan ikan-ikan itu akan berkesinambungan untuk masa depan.

“Jumlah tangkapan yang disampaikan oleh negara-negara anggota FAO menunjukkan tangkapan ikan menurun perlahan atau bahkan tetap. Tapi angka kami menunjukkan sejak tahun 1996 terjadi penurunan drastis. Dan jika kita proyeksikan angka ini ke masa depan, dalam beberapa dekade tangkapan ikan akan berkurang, bahkan tidak ada sama sekali. Ini berpotensi bahaya,” tambah Pauly.
Penelitian ini melibatkan 400 peneliti di seluruh dunia yang dipimpin Sea Around US, kelompok penelitian di Universitas Kanada.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Nature Communications, mengungkapkan beberapa hasil yang mengejutkan, ujar Pauly di UBC.  “Di Afrika Barat, jumlahnya sangat menakjubkan, kapal-kapal nelayan asing dari Eropa dan Asia berperan besar dalam penangkapan legal ataupun illegal, dan bersaing dengan nelayan lokal. Di sisi lain, di Amerika, Australia dan beberapa negara berkembang, seperti Bahama, tampak jelas jumlah besar penangkapan ikan untuk rekreasi juga tidak pernah dilaporkan kepada FAO.” jelas Pauly.

Selain itu, para peneliti mengungkapkan data yang tidak akurat tersebut akan menghalangi pengambilan langkah-langkah kebijakan dan pengelolaan perikanan yang efektif.

sumber: KKPNews

0 comments:

Post a Comment