| Jelajah dan Ilmu Dunia Laut |

Followers

Wednesday, February 24, 2016

Apakah Hiu Jahat? Pikir Lagi Deh!



Hiu mungkin sering digambarkan dengan binatang buas dan menyeramkan, sang penguasa laut. beberapa film keluaran hollywood, sebut saja Jaws, Deep Blue Sea atau Shark Attack: Megalodon yang menceritakan tentang hiu besar bergigi tajam yang memangsa manusia sehingga kita merasa ngeri dengan hiu. Stigma buruk ini yang digambarkan film-film tersebut sesungguhnya sangat bertolak belakang dengan keadaan sebenarnya. 
Sedikit yang perlu digarisbawahi adalah, potensi manusia terserang hiu masih jauh lebih kecil dibandingkan kemungkinan kita mati tersedak saat mengunyah makanan, atau juga kematian karena tenggelam saat bermain di pantai.


Lalu bagaimana sebenarnya cerita sesungguhnya?
Hiu secara alami adalah predator dan berada di puncak jaringan rantai makanan di lauatan. Sebagai predator, hiu memangsa hewan laut yang tua, lemah dan sakit sehingga keberadaan hiu membantu menjaga kesehatan ekosistem lautan, termasuk ekosistem  terumbu karang. Dari sudut pandang ekologis, keseimbangan dan kesehatan lautan sangat bergantung pada keberadaan hiu. Berkurangnya jumlah hiu secara drastis mengakibatkan  kemungkinan kolapsnya keanekaragaman hayati dan sumber daya ikan di lautan. Itu konsekuensi yang mengerikan.
Dibalik peran hiu yang cukup besar dalam ekosistem lautan, ternyata hiu mengalami nasib tragis, dimana penangkapan hiu juga sering terdengar.

Banyaknya permintaan akan hiu untuk dijadikan salah satu menu makanan bergengsi ditenggarai menjadi alasan utama tingginya tingkat perburuan hiu. Indonesia mendapat tempat teratas sebagai negara produsen hiu terbesar didunia yaitu 88,790 ton/tahun dari total tangkapan dunia 721,011 ton/tahun (KKP, 2014). Hiu umumnya diburu manusia HANYA untuk diambil siripnya. prosesnya pun sangat tidak beradab, dimana hiu yang tertangkap segera dipotong sirip-siripnya, kemudian hiu tersebut -yang kemungkinan masih dalam keadaan hidup- dilempar kembali ke dalam lautan dan dibiarkan mati dengan sendirinya. Sebagian masyarakat percaya sirip hiu sangat bermanfaat untuk kesehatan, meskipun hal tersebut tidak lebih dari sekedar mitos belaka.




Jadi, kita yang harus takut dengan hiu atau hiu yang seharusnya takut dengan kita?
Sebenarnya sangat jarang seekor hiu menyerang manusia, justru sebaliknya, manusialah yang menjadi predator utama hiu!!! 
Perbandingan statistik antara hiu yang menyerang manusia dengan manusia memburu hiu untuk dijadikan menu makanan di atas meja sangatlah kontras. Pada tahun 2012 tercatat hanya 7 korban serangan hiu dan antara tahun 2001 dan 2010 di seluruh dunia rata-rata 4,4 orang menjadi korban oleh serangan hiu sedangkan lebih dari 100 juta ekor hiu diburu setiap tahunnya oleh kegiatan perikanan tangkap yang tidak bertanggungjawab.



 Bersuaralah untuk para hiu!

Laut indonesia sangat luar biasa kaya akan keanekaragaman hayati. Berdasarkan basis data IUCN, sekitar 68 dari 475 jenis hiu yang ada di dunia hidup di laut Indonesia. Laut yang sehat tidak akan tercapai jika penangkapan dan perburuan hiu terus berlanjut dan jika ini terus terjadi maka kepunahan beberapa jenis hiu tidak bisa dicegah.
Lewat moment #SharkWeek mari kita bersuara lantang untuk memperkuat perlindungan hiu. Agar hiu bisa terhindar dari kepunahan kita perlu mendorong pemerintah mengambil langkah lebih maju dan menjadi bagian dari solusi perikanan yang berkelanjutan.



Sumber:Greenpeace.org

0 comments:

Post a Comment