| Jelajah dan Ilmu Dunia Laut |

Followers

Monday, December 14, 2015

Seekor Ikan Duyung (Dugong) Ditemukan Mati di Aceh





Banda Aceh- Seekor dugong ditemukan terdampar di Pantai Alue Naga, Banda Aceh pada hari Sabtu 12 Desember 2015. Saat ditemukan dugong tersebut sudah dalam keadaan mati. Berita ditemukannya dugong mati tersebut diperoleh pertama kali dari masyarakat dan dibantu sebarluaskan oleh Ocean Diving Club (ODC) dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah, dan sejumlah organisasi lingkungan lainnya.


Sampai saat ini masih belum diketahui penyebab matinya salah satu hewan langka dan dilindungi ini. Berdasarkan keterangan berbagai sumber diperkirakan bahwa dugong tersebut sudah terlebih dahulu mati di laut dan diduga terbawa arus pasang-surut hingga terdampar di Pantai Alue Naga. Pada saat ditemukan kondisi dugong tersebut sudah dalam keadaan membusuk dan mengeluarkan bau yang cukup menyengat di sekitarnya.

Umumnya dugong lebih memilih berada di sekitar daerah kawasan padang lamun. Di perairan sekitar Banda Aceh sendiri, dugong beberapa kali terlihat di sekitar perairan Ujong Pancu yang memiliki kawasan padang lamun. Kawasan Ujong Pancu sendiri berada sekitar 10 mil dari tempat terdamparnya dugong tersebut.

Dugong memiliki nama lain sapi laut, dan lebih dikenal sebagai ikan duyung. Seperti mamalia laut lainnya, meskipun hidup di dalam air tetapi dugong atau ikan duyung bernafas dengan paru-paru dan menyusui anaknya. Panjang tubuh dugong dewasa dapat mencapat 2 hingga 3 meter.

Tingginya perburuan dugong di masa lalu merupakan penyebab utama menurunnya populasi dugong di dunia. Saat ini jumlahnya diperkirakan kurang dari 1000 ekor lagi di Indonesia dan masuk ke dalam hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Dugong juga didaftar dalam status konservasi “vulnerable” (rentan) oleh IUCN Redlist sejak tahun 1982. Saat ini tekanan yang dialami oleh dugong lebih disebabkan oleh adanya perubahan fungsi pantai dan rusaknya ekosistem lamun yang menjadi habitat utama mamalia laut tersebut.

0 comments:

Post a Comment