| Jelajah dan Ilmu Dunia Laut |

Followers

Monday, November 30, 2015

Risalah Pembentukan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia


ISKINDO - Pengembangan pengetahuan dan inovasi dalam dunia pendidikan kelautan mulai dirintis sejak masuknya proyek Marine Science Education Project – MSEP oleh Asian Development Bank (ADB) pada tahun 1986/1987 di enam kampus representatif di Indonesia, diantaranya Universitas Riau, Universitas Hasanuddin, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, dan Universitas Diponegoro yang hingga pada tahun 2015 keberadaan bidang pendidikan kelautan telah tersebar di 26 kampus ternama di seluruh Indonesia.


Selain itu keilmuan Marine Technology sebelumnya mulai berkembang di dua Universitas ternama di Indonesia yaitu di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dimulai pada tahun 1983 yang mendapat dukungan bantuan dari Word Bank (WB).
Perjalanan pemerintahan kelautan di Indonesia juga silih berganti pakaian mulai sejak pemerintahan Ir. Soekarno yang memberikan amanah kepada Letnan Jenderal KKO-AL Ali Sadikin untuk memimpin Kementerian Koordinator Kompartemen Kemaritiman, namun keberadaan kementerian tersebut hanya bertahan beberapa waktu yang kemudian kembali dibentuk pada tahun 2000 dibawah pemerintahan K.H. Abdulrahman Wahid dengan mengesahkan Departemen Eksplorasi Laut yang saat itu dipimpin oleh Ir. Sarwono Kusumaatmadja, pada tahun 2009 kembali berganti nama menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang hingga saat ini berlaku.
Di tahun 2014 yang lalu pemerintah menambah Kementerian baru yaitu Kementerian Koordinator Kemaritiman yang memberikan peluang sekaligus tantangan bagi para lulusan dan alumni kelautan yang berada di 26 kampus tersebut untuk dapat berkontribusi secara nyata dalam pengembangan dunia kelautan di Indonesia.
Keberadaan program studi dan jurusan dalam bidang pendidikan kelautan menuntut adanya wadah yang mampu mengakomodir berbagai kepentingan para lulusan kelautan untuk dapat secara bersama-sama menyampaikan gagasan dan ide dalam pembangunan kelautan di Indonesia. Kelautan seyogyanya mampu dipahami sebagai sesuatu hal yang besar dan luas oleh karena mencakup berbagai macam unsur seperti keilmuan yang sifatnya sains atau teknologi.
Oleh karena itu, melalui momentum pengarusutamaan pembangunan kelautan Indonesia maka representatif kampus kelautan menggagas untuk membentuk wadah Ikatan Sarjana kelautan Indonesia yang disingkat ISKINDO sebagai salah satu organisasi keprofesian untuk mengawal dan mengembangkan pembangunan kelautan dalam berbagai bidang.
Sebagai langkah awal organisasi telah dilaksanakan kongres I Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia dan memilih M. Zulficar Mochtar sebagai nahkoda  dengan dibantu 5 anggota formatur diantaranya, M. Riza Damanik, Hendra Yusran Siry, Bibit Sugiana, I Gusti Sidemen, dan Agus Ajar Bantung. Dalam sambutan pertama ketua terpilih menyampaikan bahwa potensi alumni kelautan yang jumlahnya mencapai 15.000 akan sangat memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan kelautan jika secara bersama-sama, bergandeng tangan, mencurahkan potensi dan kemampuan para pakar dan ahli yang telah dimiliki oleh para alumni jelas akan memberikan dampak yang signifikansi bagi pembangunan kelautan di Indonesia.


link ISKINDO

0 comments:

Post a Comment