| Jelajah dan Ilmu Dunia Laut |

Followers

Wednesday, October 7, 2015

Penghantar ke LAUT






"Padahal seperti yang kita ketahui, tidak ada laut yang tidak terhubung antara satu dan lainnya"








Kehidupan manusia sangat terkait dengan laut. Sejak manusia menyadari bahwa laut merupakan hamparan alam yang berbatasan dengan daratan yang menjadi tempat hidup manusia, kita mulai menyadari bahwa laut menjadi penting untuk dikaji. Ilmu tentang laut diawali dengan konsep sederhana dari apa yang dapat dilihat oleh manusia, seperti adanya gelombang, arus, makhluk hidup, hingga adanya rasa asin pada air laut. Namun pengetahuan tersebut masih dalam bentuk konsep tunggal yang memandang laut dalam bentuk yang terpisah-pisah berdasarkan kebutuhan, belum cukup dalam untuk memahami laut sebagai suatu kesatuan yang utuh serta peran dan interaksinya dengan berbagai aspek fisik-kimia di permukaan bumi.

Hingga saat ini, pemahaman kita mengenai lautan masih sangat terbatas. Banyak wilayah di lautan yang masih menjadi “misteri” untuk dipecahkan bersama. Dibutuhkan upaya yang cukup besar untuk dapat memahami laut, mengingat tantangan dan hambatan di laut yang membatasi upaya manusia dalam hal itu. Sederhana saja kita katakan bahwa lebih mudah mengirimkan manusia ke luar angkasa daripada menurunkan manusia hingga ke lautan terdalam, mungkin hanya Jacques Piccard dan Don Walsh, ilmuwan yang tercatat pernah mendarat di Challenger Deep, sebuah titik terdalam di sekitar Palung Mariana.
                
                         Foto: Walsh dan Piccard (sumber: National Geographic)


Dipercaya arus merupakan salah satu parameter fisik yang paling penting, yang membentuk karakter atau ciri laut, disamping arus juga terkait dengan sejumlah parameter fisik-kimia lainnya. Adanya batasan-batasan dari daratan dan dasar laut memberi ciri sirkulasi massa air laut spesifik antara satu daerah dengan lainnya, dan turut mengarahkan terbentuknya ciri fisik-kimia yang berbeda pula. Konsekuensinya juga berdampak terhadap distribusi biota-biota yang tidak seragam pada tiap daerah.  Hal inilah yang kemudian melandasi kita membagi-bagi dan memberi nama yang berbeda pada laut. Padahal seperti yang kita ketahui, tidak ada laut yang tidak terhubung antara satu dan lainnya.
Ilmu oseanografi modern menjelaskan bahwa konektivitas laut tidak hanya wujud keterkaitan antara bagian-bagian di laut, tetapi juga interaksi laut dengan seluruh unsur lainnya, seperti biosfer, afmosfer dan litosfer. Gangguan yang terjadi pada salah satu unsur tersebut akan berdampak terhadap kondisi lautan, vice versa. Di sini lah peran terbesar manusia, sebagai pihak yang saat ini paling bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di bumi ini. Tanggung jawab ini hanya dapat dijalankan dengan baik, salah satunya bila kita mampu memahami lautan secara menyeluruh.



-sp-

0 comments:

Post a Comment